Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Agustus 2014

Karya pemenang lomba menulis puisi Pekan Diksatrasia tahun 2014




GURU 
Akhmad Alimuddin

Berbicara soal pendidikan
Terlintas di benak setiap manusia adalah ilmu
Tetapi berbicara soal ilmu
Pasti ada peran penting di belakangnya yaitu guru

Guru, kaulah pendidik bagi makhluk tuhanya
Mengajarkan bahwa dunia tak bernyawa jikalau tanpa ilmu
Menciptkan beribu-ribu keajaiban yang tercipta bagi alam semesta
Menjadikan ilmu sebagai penopang jiwa yang hampa rasa menjadi warna

Guru, kau berikan lisan dan tulisan untuk muridnya
Kaulah pahlawan tak bersenjata namun pahlawan berhati mulia
Kau berikan alphabet dan angka sebagai jendela dunia penghantar segalanya
Kau berikan pedoman hidup bagaimana cara melewati cerita untuk menuju surga

Terima kasih atas ilmu yang kau berikan
Jasamu menjelmah berbuah ilmu
Namamu kan selalu terukir abadi
Semoga surga menunggu atas pengabdianmu

17, mei 2014

UjianNasional? 
 Ali

Tapi sebenarnya aku tak mau mengisi
Walau sipir mengurung diriku
Sebab akan selalu ku ingat satu fatwa
Pada suatu pagi;
Di bibirmu telah jadi teguh hatiku

“jika tak ingin koruptor, maka jangan pernah mencontek!”

Tapi pagi ini aku tak suci lagi
Keteguhan hatiku malah dinasibi
Olehnya teman-temanmu sendiri
Mengutuk fatwamu di lembar ujian negeri
Bahkan dengan beragam tanda yang sembunyi-sembunyi
Lagi pula kau curang,
Waktu ku bertahun-tahun hanya kau uji seumur pagi

Biarin?
Aku menangis tanpa suara di rajam serba yang salah
Sebab selalu ku ingat fatwamu
Yang jadi suluh hidupku, tapi kabur
Dan di ranah ini aku telah jadi batu
Yang kaku dan ngilu dan bodoh dan bohong!
Karena aku sebenarnya tak pernah tulus
Kecuali diloloskan
Bahkan untuk ja si pencuri, Guruku!



SAJAK

PELANGI HARAPAN DALAM KEPUTUSAN

Rosi Misyana

Bunda…
Hari ini aku kembali duduk di bangku perkuliahan
Ketika kawan-kawan tersenyum riang dengan semua harpan masa depan
Di pojokan belakang aku hanya duduk terdiam dengan kegalauan
Akankah aku dapat menyekesaikan pendidikan hingga ujian kelulusan

Bunda…
Aku selalu bermimpi agar dapat menggunakan toga kebanggaan
Menjadi sarjana muda dan membuatmu tersenyum penuh kebahagiaan
Dunia pendidikan yang dulu menjadi pelangi harapan
Kini seakan menjadi hitam dan menjadi sebuah keputusan

Bunda..
Bukannya aku menyerah dengan keadaan
Namun aku tak ingin selalu memberi mu beban
Saat uang tak ada dalam genggaman
Hanya ketakutan yang kini meracuni pikiran

Sabtu, 31 Mei 2014

Puisi-Sahabatku


SAHABATKU 
Diah Fauziyyah

Aku telah mengenal lengkap semua tentangmu
Kebaikanmu yang terlihat mata
Dan kekuranganmu yang terlindung dalam kalbu
Yang semuanya telah tertutur lewat kebersamaan dan waktu

Aku menyadari ketidak sempurnaanmu
Sebagai kodrat ilahi yang takkan tertawar lagi
Dan aku mensyukuri kehadiranmu
Yang telah menemani manis perih hidup ini

Kita bukannya tidak terpisah
Tapi artimu bagiku tak tertukar harga
Mungkin bila tiba waktunya kita akan punya jalan sendiri
Tapi teman sepertimu tak akan terganti

Meski aku tak pernah mengatakannya
Tapi aku menyayangimu dengan sebenarnya
Meski aku tak pernah menilainya
Tapi bagiku kau sangat berharga
Untukmu sahabatku....

                                                                          2014



Senin, 26 Mei 2014

Puisi - Tulislah




Tulislah
Mohamad Royan
 
kalau kau ingin
tulislah ceritamu
aku menunggunya
juga anak cucumu
supaya kita baca bersama
supaya kami  mengenalmu
supaya kita tahu waktu itu
jika kau masih ragu-ragu
aku pun begitu, waktu itu
tapi lihatlah sekarang
aku memulainya!

                                    2014